Pembangunan jalur lintas selatan (JLS) yang terbentang dari Kabupaten
Banyuwangi hingga Kabupaten Pacitan di Jawa Timur bakal segera dimulai
lagi. Pembangunan proyek yang telah berjalan bertahun-tahun ini akan
dipercepat. Jalur sepanjang 650 kilometer ini ditargetkan rampung pada
2021.
Video Jalan Yg Udah Rampung = https://www.youtube.com/watch?v=c0j_rj5jV9g
Bertempat di Banyuwangi, Selasa (8/3), berkumpul perwakilan delapan
daerah untuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembangunan
JLS. Perjanjian kerja sama yang lama yang ditandatangani pada 2002
direvisi dengan fokus percepatan pembangunan JLS. Dalam rapat ini,
delapan daerah yang dilintasi JLS selatan melakukan koordinasi untuk
mempercepat pembangunan JLS. Tujuh daerah itu adalah Banyuwangi,
Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, dan Jember;
dengan melibatkan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, percepatan JLS akan
bisa mendorong dan perkembangan ekonomi di Jawa Timur, khususnya
Banyuwangi. Apalagi jika JLS ini bisa diintegrasikan dengan keunggulan
pariwisata antar kabupaten. ”Namun yang perlu diperhatikan,
pembangunannya harus disesuaikan dengan tata ruang masing-masing daerah,
tetap harus dikendalikan. Misal kalau akan dibangun industri, tentunya
industri apa yang cocok di jalur ini. Harapan kami, lansekap JLS tetap
hijau,” ujar Anas.
Menurut Anas, dibangunnya JLS ini akan membawa dampak positif bagi
perkembangan Banyuwangi. “Ini bagus, akan semakin banyak orang datang ke
Banyuwangi. Jalurnya lebih mudah, semakin banyak opsi jalan. Akan ada
pemandangan baru saat masuk Banyuwangi karena melewati perkebunan,” ujar
Bupati Anas.
Ruas jalan arteri JLS di Banyuwangi mencapai sepanjang 110 km, yang
diawali dari kawasan perbatasan Tangki Nol kawasan Kalibaru hingga
Ketapang. Sejumlah kawasan selatan Banyuwangi akan dilewati JLS, antara
lain, adalah Perkebunan Malangsari Kalibaru, Kendeng Lembu Glenmore,
Genteng, Rogojampi, Srono, Singojuruh, Kabat, Banyuwangi, Giri, dan
Kalipuro.
Kepala Biro Asministrasi Kerja Sama Pemprov Jawa Timur, Benny
Sampirwanto, mengatakan, JLS adalah jalur yang dirancang pemerintah
pusat sebagai alternatif setelah jalur di sepanjang pantai utara di Jawa
Timur. ”Karena sudah hampir 14 tahun berjalan, dan JLS ini belum
rampung juga, maka kami meminta delapan daerah yang akan dilalui segera
menuntaskan kendala pembangunan JLS ini. Jalur ini sangat dibutuhkan
untuk menggerakkan perekonomian,” ujar Benny.
Menurut Benny, sebagian besar kendala pembangunan JLS adalah masalah
pembebasan lahan. ”Untuk itu, kita kumpulkan daerah-daerah ini untuk
bersama sama berkomitmen mempercepat pembangunan JLS. Pada 2021 harus
selesai,” kata Benny.
Proyek JLS ini dimulai sejak 2002. Pembangunannya sempat mengalami
kendala lantaran terganjal masalah pembebasan lahan di sejumlah daerah.
Skema pembangunannya, pemerintah pusat dan provinsi membiayai
pembangunan fisiknya, sedangkan pemerintah daerah menyiapkan lahannya.
Anggaran yang dikucurkan pusat untuk percepatan JLS pada 2016 ini
adalah Rp 1,4 trilun dan tambahan bantuan luar negeri sebesar US$ 250
juta. (Humas )
Rabu, 09 Maret 2016
Karnaval Inbox SCTV Ke Banyuwangi, Launching Banyuwangi Festival 2016
Karnaval Inbox, Launching Banyuwangi Festival 2016
| Hari / Tanggal = Sabtu-Minggu, 12 & 13 Maret 2016 Tempat=TamanBlambangan by =https://www.youtube.com/channel/UC8a9uERwTNaAfH1SFm8JJ6w/videos Sedikit info buat warga banyuwangi.. UNTAG BERPARTISIPASI dalam Acara INBOX SCTV LIVE BANYUWANGI Karnaval Inbox Banyuwangi! Dimeriahkan oleh : - Danang D'academy - Fitri Carlina - Mitha lestari - BEBIZIE - Risky-Ridho D'academy - Gamma 1, - Govinda - shae - Zigas - Wika salim - Bian - D'bagindas - Melinda - Seruni bahar - Tegar - lastchild - via vallen - Zian dan masih banyak lainnya! Dan dimeriahkan oleh Host: ANDHIKA PRATAMA GADING MARTEN FERRY MARYADI KARTIKA PUTRI KURANG SERU GIMANA LAGI??? MARI MERIAHKAN LAUNCHING BANYUWANGI FESTIVAL 2016 BERSAMA INBOX SCTV DAN ARTIS-ARTIS IBU KOTA LIVE TAMAN BLAMBANGAN BANYUWANGI SABTU - MINGGU 12-13 MARET 2016. TERUSKAN BC INI BIAR BANYUWANGI ISTIMEWA. no tipu tipu. google aja siaran inbox ke Bwi. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Senin, 07 Maret 2016
Air Terjun Tersembunyi Gombengsari, Kalipuro, Banyuwangi
Sobat pastinya belum tahu wisata yang baru ini?Air Terjun gombeng Kalipuro Banyuwangi,pasar gombeng,ke kiri,sma aliyah Gombeng,lurus k barat,sampai aspal akhir(jl jelek)belok kanan,kiri,sampai dah....!
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=jyVKrtsYtqQ
Kelurahan ini adalah wilayah binaan dari PT Pelabuhan Indonesia III, karena banyak kerajinan anyaman dan kerajinan lain yang dihasilkan dari wilayah ini. Wilayahnya terdiri dari pemukiman warga, lahan pertanian dan perkebunan.
Pemukiman warga dapat ditemui di Lingkungan Gombeng dan Lingkungan Suko. Pemukiman warga di Lingkungan Gombeng terdiri dari rumah-rumah yang berhimpitan dan terkonsentrasi di pinggir jalan desa. Sedangkan di Lingkungan Suko, pemukiman warga seperti umumnya perumahan di perkebunan yang terpisah-pisah. Lahan perkebunan warga banyak ditanami kopi, sedangkan lahan pertaniannya ditanami padi dan kelapa. Jalanan desa ini pada tahun 2015 sudah cukup baik. Terdapat persimpangan tiga dengan tugu yang dibangun Kementerian Sosial di tengah-tengah persimpangan. Persimpangan ini mengarah ke Lingkungan Suko dan satunya lagi mengarah ke Perkebunan Kaliklatak. Kantor Lurah Gombengsari terletak di pojok persimpangan tersebut, tepatnya di jalan yang mengarah ke Perkebunan Kaliklatak. Lingkungan Suko sendiri memiliki wana wisata yang kerap digunakan sebagai tempat kemah.
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=jyVKrtsYtqQ
Kelurahan ini adalah wilayah binaan dari PT Pelabuhan Indonesia III, karena banyak kerajinan anyaman dan kerajinan lain yang dihasilkan dari wilayah ini. Wilayahnya terdiri dari pemukiman warga, lahan pertanian dan perkebunan.
Pemukiman warga dapat ditemui di Lingkungan Gombeng dan Lingkungan Suko. Pemukiman warga di Lingkungan Gombeng terdiri dari rumah-rumah yang berhimpitan dan terkonsentrasi di pinggir jalan desa. Sedangkan di Lingkungan Suko, pemukiman warga seperti umumnya perumahan di perkebunan yang terpisah-pisah. Lahan perkebunan warga banyak ditanami kopi, sedangkan lahan pertaniannya ditanami padi dan kelapa. Jalanan desa ini pada tahun 2015 sudah cukup baik. Terdapat persimpangan tiga dengan tugu yang dibangun Kementerian Sosial di tengah-tengah persimpangan. Persimpangan ini mengarah ke Lingkungan Suko dan satunya lagi mengarah ke Perkebunan Kaliklatak. Kantor Lurah Gombengsari terletak di pojok persimpangan tersebut, tepatnya di jalan yang mengarah ke Perkebunan Kaliklatak. Lingkungan Suko sendiri memiliki wana wisata yang kerap digunakan sebagai tempat kemah.
DVI: Korban Ke-5 Bukan Nahkoda KMP Rafelia II
Hasil olah rekonsiliasi yang dilakukan tim DVI Polda Jatim, jenazah
ke 5 yang diberi nomor B05 dinyatakan bukan nahkoda KMP Refalia II.
Properti gigi palsu yang melekat di badan korban memastikan hal itu.
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=atQdGUgVvr8
Ketua tim DVI KMP Refalia II, dr. Kompol Bambang Widiatmoko mengatakan sesuai dengan ante mortem dan post mortem, jenazah B05 sesuai dengan PM 03 dan properti gigi palsu dan pakaian yang melekat maka jenazah tersebut adalah I Gusti Made Suana (55), laki-laki asal Banjar Buruan, Tampaksring, Gianyar.
"Sesuai AM dan PM dan ciri khas yang melekat serta keterangan keluarga tentang gigi palsu ini, maka bukan nahkoda. Mayat B05 adalah I Gusti Made Suana warga Gianyar," jelas dr. Bambang ketika rilis di areal pos pengaduan korban KMP Rafelia II ASDP Ketapang, Minggu (6/5/2016).
Jenazah langsung diserahkan tim DVI kepada Polres Banyuwangi dan langsung diteruskan pada pihak keluarga untuk dimakamkan. "Langsung kita serahkan Polres dan akan diteruskan pada pihak keluarga," imbuhnya.
Perlu diketahui, I Gusti Made Suana adalah suami Endang, warga Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Wanita ini sempat kebingungan mencari keberadaan suaminya di pesisir Ketapang, Banyuwangi dan menduga jika suaminya menjadi salah satu korban kapal nahas yang tenggelam di perairan Selat Bali tersebut.
Terungkapnya identitas jenazah ke lima dari korban tenggelam KMP Rafelia II, nasib nahkoda KMP Rafelia II masih menjadi misteri. Sesuai data yang dikeluarkan posko, dari 81 penumpang KMP Rafelia II yang dinyatakan hilang ada 5 orang. Mereka adalah nahkoda Bambang SA, mualim Puji Purwono, Agus tia, ibu Masruroh dan bayi Ramlan. Empat yang terakhir sudah ditemukan kemarin, Sabtu (5/3). Ditemukan satu jenazah lagi yang ternyata adalah I Gusti Made Suana, warga Gianyar yang menjadi salah satu korban meninggal dunia yang tidak pernah masuk dalam daftar penumpang KMP Refalia II, maka nahkoda masih dinyatakan hilang. (Humas)
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=atQdGUgVvr8
Ketua tim DVI KMP Refalia II, dr. Kompol Bambang Widiatmoko mengatakan sesuai dengan ante mortem dan post mortem, jenazah B05 sesuai dengan PM 03 dan properti gigi palsu dan pakaian yang melekat maka jenazah tersebut adalah I Gusti Made Suana (55), laki-laki asal Banjar Buruan, Tampaksring, Gianyar.
"Sesuai AM dan PM dan ciri khas yang melekat serta keterangan keluarga tentang gigi palsu ini, maka bukan nahkoda. Mayat B05 adalah I Gusti Made Suana warga Gianyar," jelas dr. Bambang ketika rilis di areal pos pengaduan korban KMP Rafelia II ASDP Ketapang, Minggu (6/5/2016).
Jenazah langsung diserahkan tim DVI kepada Polres Banyuwangi dan langsung diteruskan pada pihak keluarga untuk dimakamkan. "Langsung kita serahkan Polres dan akan diteruskan pada pihak keluarga," imbuhnya.
Perlu diketahui, I Gusti Made Suana adalah suami Endang, warga Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Wanita ini sempat kebingungan mencari keberadaan suaminya di pesisir Ketapang, Banyuwangi dan menduga jika suaminya menjadi salah satu korban kapal nahas yang tenggelam di perairan Selat Bali tersebut.
Terungkapnya identitas jenazah ke lima dari korban tenggelam KMP Rafelia II, nasib nahkoda KMP Rafelia II masih menjadi misteri. Sesuai data yang dikeluarkan posko, dari 81 penumpang KMP Rafelia II yang dinyatakan hilang ada 5 orang. Mereka adalah nahkoda Bambang SA, mualim Puji Purwono, Agus tia, ibu Masruroh dan bayi Ramlan. Empat yang terakhir sudah ditemukan kemarin, Sabtu (5/3). Ditemukan satu jenazah lagi yang ternyata adalah I Gusti Made Suana, warga Gianyar yang menjadi salah satu korban meninggal dunia yang tidak pernah masuk dalam daftar penumpang KMP Refalia II, maka nahkoda masih dinyatakan hilang. (Humas)
Lima Korban Ditemukan, Basarnas Hentikan Operasi Pencarian
Ditemukannya 5 korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia II, Badan
SAR Nasional menyatakan akan menutup operasi pencarian korban yang
dilakukan di Selat Bali.
"Dengan ditemukannya 1 korban lagi hari ini maka jumlah daftar pencarian orang hilang sesuai dengan data manifest yaitu 5 orang. Sehingga operasi pencarian akan ditutup pada hari ini," jelas Direktur Operasional dan Pelatihan Basarnas, Brigjen (Mar) Ivan Ahmad, Minggu (6/3/2016).
Beberapa hal yang mendukung penutupan operasi SAR itu, lanjut dia, yaitu hasil penyisiran para penyelam di lokasi tenggelamnya KMP Rafelia II. Para penyelam gabungan dari Basarnas, TNI, Polri dan nelayan menyebutkan jika seluruh ruangan kapal tidak lagi ditemukan korban tenggelam. "Penyelam gabungan sudah menyisir ke seluruh ruangan mulai dek, anjungan, buritan kapal semua clear," imbuhnya.
Meskipun operasi ditutup, sambung Ivan, pencarian akan tetap dilakukan dengan mengurangi jumlah personel yang bertugas. Jumlah personel yang semula 200 personel dipangkas menjadi 20 hingga 30 personil. Selain itu beberapa kekuatan SAR, seperti Kapal Jelajah, kapal cepat, serta 2 helicopter akan ditarik ke kantor SAR setempat. "Untuk mengantisipasi masih adanya korban yang mengapung di perairan tim basarnas pusat akan digantikan perannya oleh anggota dari pos SAR Jember dan Surabaya. Mereka akan memantau seluruh kegiatan pasca penutupan operasi ini. Masih ada heli yang disiagakan berputar mengawasi perairan Selat Bali," tambah Brigjen Ivan. (Humas)
"Dengan ditemukannya 1 korban lagi hari ini maka jumlah daftar pencarian orang hilang sesuai dengan data manifest yaitu 5 orang. Sehingga operasi pencarian akan ditutup pada hari ini," jelas Direktur Operasional dan Pelatihan Basarnas, Brigjen (Mar) Ivan Ahmad, Minggu (6/3/2016).
Beberapa hal yang mendukung penutupan operasi SAR itu, lanjut dia, yaitu hasil penyisiran para penyelam di lokasi tenggelamnya KMP Rafelia II. Para penyelam gabungan dari Basarnas, TNI, Polri dan nelayan menyebutkan jika seluruh ruangan kapal tidak lagi ditemukan korban tenggelam. "Penyelam gabungan sudah menyisir ke seluruh ruangan mulai dek, anjungan, buritan kapal semua clear," imbuhnya.
Meskipun operasi ditutup, sambung Ivan, pencarian akan tetap dilakukan dengan mengurangi jumlah personel yang bertugas. Jumlah personel yang semula 200 personel dipangkas menjadi 20 hingga 30 personil. Selain itu beberapa kekuatan SAR, seperti Kapal Jelajah, kapal cepat, serta 2 helicopter akan ditarik ke kantor SAR setempat. "Untuk mengantisipasi masih adanya korban yang mengapung di perairan tim basarnas pusat akan digantikan perannya oleh anggota dari pos SAR Jember dan Surabaya. Mereka akan memantau seluruh kegiatan pasca penutupan operasi ini. Masih ada heli yang disiagakan berputar mengawasi perairan Selat Bali," tambah Brigjen Ivan. (Humas)
Judika Kunjungi Pantai Boom Banyuwangi
Wisata di Kabupaten Banyuwangi semakin banyak
digandrungi. Penyanyi papan atas nasional, Judika, menyempatkan diri
mengunjungi sejumlah destinasi wisata di kabupaten berjuluk ini, Senin (7/3).
VIDEO Pntai Boom = https://www.youtube.com/watch?v=V3pGJ_Ntj-U
Judika mengunjungi Pantai Boom dan Pantai Bangsring setelah manggung di salah satu daerah di Banyuwangi. Di Pantai Boom yang tak jauh dari pusat kota, Judika terlihat sangat menikmati keindahan pantai ini meski sinar matahari agak menyengat. Kehadiran Judika yang spontan itu juga menyita perhatian wisatawan yang sedang berkunjung.
”Bagus ya pantainya, dekat kota lagi. Apalagi kita berada di sini sambil menikmati laut yang berlatar belakangkan Selat Bali,” kata Judika sembari duduk di salah satu deretan kursi wisata yang ada di Pantai Boom.
Judika yang datang pagi hari di pantai ini sempat melihat-lihat kondisi pantai. Di pantai tersebut, Judika sempat keheranan melihat sejumlah wisatawan sedang menjalani terapi pasir. Pasir Pantai Boom memang kerap digunakan sebagai sarana terapi untuk sejumlah penyakit, seperti asma, atau sekadar untuk menjaga kesehatan. ”Wah, ternyata pasir pantai di sini bisa untuk terapi juga ya,” ujarnya dengan keheranan.
Pantai Boom Banyuwangi kini memang terus berbenah. Dulu, pantai tersebut terkesan kumuh. Para pedagang kaki lima menempati lapak-lapak yang tak teratur. Tak ada taman, tak ada fasilitas-fasilitas penunjang. Para pengunjung pun relatif sepi.
Kesan kurang menggembirakan itu kini telah berubah 180 derajat. Sebuah taman luas nan hijau menghampar tepat di bibir Pantai Boom. Tiap hari para wisatawan dan warga Banyuwangi berjalan-jalan menikmati pagi dan senja. Ada pula yang memanfaatkannya untuk berolahraga lari.
Tak ketinggalan, ada amphi-theatre, sebuah panggung pertunjukan melingkar di mana beragam atraksi seni-budaya ditampilkan. Ada pula arena bermain anak (children playground), jogging track, food court, dan pedestrian.
Pantai Boom juga bakal segera dilengkapi dengan marina atau dermaga kapal pesiar. Marina itu mulai dibangun pada pertengahan 2015 dan ditargetkan rampung dua tahun mendatang dengan nilai investasi Rp 250 miliar. Pengembangan marina itu dilakukan oleh BUMN PT Pelindo III (Persero) melalui anak usahanya, PT Pelindo Properti.
Kawasan marina dibangun di area seluas 44,2 hektar, dengan konsep berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan. Kompleks marinamodern yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. MarinaBanyuwangi diharapkan menjadi bagian dari jaringan marina dunia sekaligus untuk mempromosikan wisata bahari Indonesia di dunia internasional.
Usai dari Pantai Boom, Judika langsung menuju Pantai Bangsring. Namun di pantai yang biasa menjadi jujugan para penggemar olahraga snorkeling ini, suami artis Duma Riris ini hanya menikmatinya sebentar. Judika harus berpacu waktu dengan jadwal penerbangannya dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
”Sayang banget saya harus segera ke bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Kapan-kapan saya akan liburan ke sini bersama keluarga, karena saya pengen ke Gunung Ijen yang terkenal itu,” pungkas Judika. (humas)
VIDEO Pntai Boom = https://www.youtube.com/watch?v=V3pGJ_Ntj-U
Judika mengunjungi Pantai Boom dan Pantai Bangsring setelah manggung di salah satu daerah di Banyuwangi. Di Pantai Boom yang tak jauh dari pusat kota, Judika terlihat sangat menikmati keindahan pantai ini meski sinar matahari agak menyengat. Kehadiran Judika yang spontan itu juga menyita perhatian wisatawan yang sedang berkunjung.
”Bagus ya pantainya, dekat kota lagi. Apalagi kita berada di sini sambil menikmati laut yang berlatar belakangkan Selat Bali,” kata Judika sembari duduk di salah satu deretan kursi wisata yang ada di Pantai Boom.
Judika yang datang pagi hari di pantai ini sempat melihat-lihat kondisi pantai. Di pantai tersebut, Judika sempat keheranan melihat sejumlah wisatawan sedang menjalani terapi pasir. Pasir Pantai Boom memang kerap digunakan sebagai sarana terapi untuk sejumlah penyakit, seperti asma, atau sekadar untuk menjaga kesehatan. ”Wah, ternyata pasir pantai di sini bisa untuk terapi juga ya,” ujarnya dengan keheranan.
Pantai Boom Banyuwangi kini memang terus berbenah. Dulu, pantai tersebut terkesan kumuh. Para pedagang kaki lima menempati lapak-lapak yang tak teratur. Tak ada taman, tak ada fasilitas-fasilitas penunjang. Para pengunjung pun relatif sepi.
Kesan kurang menggembirakan itu kini telah berubah 180 derajat. Sebuah taman luas nan hijau menghampar tepat di bibir Pantai Boom. Tiap hari para wisatawan dan warga Banyuwangi berjalan-jalan menikmati pagi dan senja. Ada pula yang memanfaatkannya untuk berolahraga lari.
Tak ketinggalan, ada amphi-theatre, sebuah panggung pertunjukan melingkar di mana beragam atraksi seni-budaya ditampilkan. Ada pula arena bermain anak (children playground), jogging track, food court, dan pedestrian.
Pantai Boom juga bakal segera dilengkapi dengan marina atau dermaga kapal pesiar. Marina itu mulai dibangun pada pertengahan 2015 dan ditargetkan rampung dua tahun mendatang dengan nilai investasi Rp 250 miliar. Pengembangan marina itu dilakukan oleh BUMN PT Pelindo III (Persero) melalui anak usahanya, PT Pelindo Properti.
Kawasan marina dibangun di area seluas 44,2 hektar, dengan konsep berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan. Kompleks marinamodern yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. MarinaBanyuwangi diharapkan menjadi bagian dari jaringan marina dunia sekaligus untuk mempromosikan wisata bahari Indonesia di dunia internasional.
Usai dari Pantai Boom, Judika langsung menuju Pantai Bangsring. Namun di pantai yang biasa menjadi jujugan para penggemar olahraga snorkeling ini, suami artis Duma Riris ini hanya menikmatinya sebentar. Judika harus berpacu waktu dengan jadwal penerbangannya dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
”Sayang banget saya harus segera ke bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Kapan-kapan saya akan liburan ke sini bersama keluarga, karena saya pengen ke Gunung Ijen yang terkenal itu,” pungkas Judika. (humas)
Jenazah Nahkoda KMP Rafelia II Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan
Nahkoda KMP Rafellia II yang tenggelam di Selat Bali
akhirnya berhasil ditemukan.
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=atQdGUgVvr8
Perahu nelayan yang sedang berlayar di dekat perairan Gilimanuk, Bali pada Senin siang (7/3), sekitar pukul 11.45 WIB menemukan sesosok jasad yang mengapung. Mengetahui hal tersebut, segera Timsar melakukan evakuasi.
Jasad yang mengenakan celana jins biru dan baju berwarna hitam itu segera dilarikan ke kamar mayat RSUD Blambangan. Tak seberapa lama, salah satu putra korban datang ke kamar mayat RSUD Blambangan untuk memastikan.
Dari identitas yang ada di dompet korban dan ciri-ciri yang dikenali oleh keluarga, hampir dapat dipastikan korban adalah Kapten Bambang Suryono Adi, nahkoda KMP Rafellia II. Di dompet yang ada di celana korban ditemukan kartu identitas berupa KTP, SIM dan kartu BPJS.
Didukung pula pernyataan anak korban yang memastikan ciri-ciri bapaknya saat melihat jam tangan yang dikenakannya dan ciri saku celana belakang yang dikenakan. “Dari KTP, SIM, BPJS dan beberapa ciri-cirinya seperti jam tangan dan saku celana belakang yang dijahit, anaknya mengakui kalau itu bapaknya,” jelas Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama.
Meski si anak mengakui bahwa korban adalah bapaknya, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum yang akan dilakukan oleh Disaster Visum Investigation (DVI) Polri. "Untuk pastinya, kita menunggu hasil DVI, yang masih dalam perjalanan menuju Banyuwangi," papar Bastoni.
Dengan ditemukannya jasad nahkoda tersebut, menurut AKBP Bastoni, proses pencarian korban dihentikan. Namun, tim penyelam masih terus akan melakukan penyelaman untuk melakukan penyelidikan dan pengambilan gambar.
“Proses pencarian korban dihentikan, namun penyelaman terus dilakukan. Mengambil gambar untuk kepentingan penyelidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, AKBP Bastoni juga membenarkan kalau hari ini mulai dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab dalam pengoperasian KMP Rafellia II. “Hari ini kita memanggil Syahbandar dan ASDP untuk pemeriksaan,” pungkasnya. (Humas)
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=atQdGUgVvr8
Perahu nelayan yang sedang berlayar di dekat perairan Gilimanuk, Bali pada Senin siang (7/3), sekitar pukul 11.45 WIB menemukan sesosok jasad yang mengapung. Mengetahui hal tersebut, segera Timsar melakukan evakuasi.
Jasad yang mengenakan celana jins biru dan baju berwarna hitam itu segera dilarikan ke kamar mayat RSUD Blambangan. Tak seberapa lama, salah satu putra korban datang ke kamar mayat RSUD Blambangan untuk memastikan.
Dari identitas yang ada di dompet korban dan ciri-ciri yang dikenali oleh keluarga, hampir dapat dipastikan korban adalah Kapten Bambang Suryono Adi, nahkoda KMP Rafellia II. Di dompet yang ada di celana korban ditemukan kartu identitas berupa KTP, SIM dan kartu BPJS.
Didukung pula pernyataan anak korban yang memastikan ciri-ciri bapaknya saat melihat jam tangan yang dikenakannya dan ciri saku celana belakang yang dikenakan. “Dari KTP, SIM, BPJS dan beberapa ciri-cirinya seperti jam tangan dan saku celana belakang yang dijahit, anaknya mengakui kalau itu bapaknya,” jelas Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama.
Meski si anak mengakui bahwa korban adalah bapaknya, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum yang akan dilakukan oleh Disaster Visum Investigation (DVI) Polri. "Untuk pastinya, kita menunggu hasil DVI, yang masih dalam perjalanan menuju Banyuwangi," papar Bastoni.
Dengan ditemukannya jasad nahkoda tersebut, menurut AKBP Bastoni, proses pencarian korban dihentikan. Namun, tim penyelam masih terus akan melakukan penyelaman untuk melakukan penyelidikan dan pengambilan gambar.
“Proses pencarian korban dihentikan, namun penyelaman terus dilakukan. Mengambil gambar untuk kepentingan penyelidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, AKBP Bastoni juga membenarkan kalau hari ini mulai dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab dalam pengoperasian KMP Rafellia II. “Hari ini kita memanggil Syahbandar dan ASDP untuk pemeriksaan,” pungkasnya. (Humas)
Langganan:
Postingan (Atom)












