Senin, 21 Maret 2016

Hadiri HUT ke- 232 Kelenteng Hoo Tong Bio, Bupati Anas Janji Support Pembangunan Klenteng

Kelenteng  ini berada tepat di tengah kota Banyuwangi yang dibangun oleh orang-orang Tionghoa untuk menghormati leluhur mereka Kongco Tan Hu Cin  Jin. Hoo Tong Bio mempunyai makna kuil perlindungan chinese.

VIDEO Klenteng wil Bwi =  https://www.youtube.com/watch?v=M3bZCbdIkwc
"Kongco Tan Hu Cin Jin dipercaya melindungi etnis Tionghoa saat mereka tinggal di Kerajaan Blambangan sebagai cikal bakal Kabupaten Banyuwangi. Kuil ini sendiri tercatat berdiri di tahun 1784," kata Ketua Panitia peringatan HUT,  Suryo Utomo.
Suryo menjelaskan jika Kelenteng Hoo Tong Bio merupakan kelenteng terbesar dan tertua di wilayah Jawa Timur dan Bali. "Apalagi setiap ulang tahun seperti ini, banyak tamu dari kelenteng-kelenteng lain, karena kelenteng di sini dianggap ibu dari kelenteng lainnya seperti dari Buleleng, Jembrana, Tabanan, Probolinggo dan Situbondo," jelas Suryo.


 Menurut Suryo, Tan Hu Cin Jin merupakan dewa lokal yang tidak ada di tempat lain. "Awalnya untuk menghormati Kongco dibangun kuil di wilayah Rogojampi sekitar 13 kilometer dari Banyuwangi kota lalu kemudian dipindahkan ke sini saat zaman kolonial," kata Suryo.


 Kelenteng ini pun mempunyai tradisi unik sebagai penanda ulang tahunnya. Seperti yang  diakukan Sabtu malam (19/3) kemarin. Mereka menggelar wayang kulit dengan dalang Ki Suyadi dari Sambirejo. Pagelaran Wayang kulit ini diadakan sebagai salah satu hiburan untuk masyarakat sekitar. Selain itu ada pula prosesi sembahyang yang mereka lakukan di Watu Dodol, lomba barongsai dan bakti sosial untuk masyarakat kurang mampu. (Humas & Protokol)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar